Video
Jajak Pendapat

Penyakit MERS telah masuk di Indonesia melalui jamaah haji maupun umroh, darimana MERS-CoV ditularkan?...

Unta
Kucing
Kelelawar
Monyet
Belum diketahui

Hubungi Kami Reservasi Klinik Respirasi Malang Peta Lokasi Klinik Respirasi Malang
Berita Kesehatan

Ketahui Yuk Apa Itu Aspirasi dan Bagaimana Bahayanya


Aspirasi adalah suatu kondisi gangguan pernapasan. Beberapa gejala aspirasi adalah batuk, mengi, dan mengalami sensasi mirip tersedak. Lantas, apakah itu aspirasi? Apakah kondisi ini berbahaya?

Apa itu aspirasi?

Aspirasi adalah kondisi di mana ada suatu benda yang masuk ke saluran pernapasan Anda. Benda asing ini umumnya dapat berupa makanan, air liur, atau atau cairan perut saat Anda memuntahkan makanan. Ini biasa terjadi pada orang dewasa, bayi, dan orang-orang yang mengalami kesulitan menelan atau mengendalikan lidah, contohnya orang yang terkena stroke.

Bila mengalami hal ini, Anda mungkin akan mengalami batuk. Batuk terjadi saat paru-paru berusaha membersihkan substansi atau benda yang masuk ke saluran pernapasan udara Anda.

Beberapa orang yang mengalami kondisi mungkin akan mengalami mengi, kesulitan bernapas, atau memiliki suara serak setelah mereka makan, minum, muntah, atau mengalami mulas. Anda mungkin memiliki aspirasi kronis jika kondisi sering terjadi.

Siapa yang berisiko?

Setiap orang umumnya berisiko mengalami kondisi masuknya sesuatu ke dalam saluran pernapasan udara ini. Namun ada orang-orang yang lebih rentan mengalami kondisi ini karena kondisi fisik mereka. Beberapa orang yang lebih berisiko akan kondisi ini adalah pasien stroke atau orang yang mengalami cedera kepala dan sedang mulai belajar untuk makan lagi.

Pasien stroke umumnya mengalami kesulitan dalam menelan atau mengunyah makanan dengan baik karena kerusakan pada sarafnya. Selain itu, beberapa kasus aspirasi dapat terjadi saat seseorang tenggelam. Air yang masuk ke dalam mulut bisa masuk juga ke saluran pernapasan, terutama paru-paru.

Bayi yang baru lahir umumnya juga berisiko mengalami kondisi ini. Hal ini disebabkan oleh gerakan usus bayi yang belum sempurna sehingga berisiko mengalami aspirasi mekonium. Kondisi ini cukup sering terjadi. Meski kasusnya tidak terlalu serius, keadaan ini juga dapat mengancam jiwa.

Orang dengan masalah kesehatan yang berkaitan dengan kesulitan menelan juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami aspirasi. Beberapa kondisi kesehatan tersebut antara lain:

  • Pingsan
  • Punya penyakit paru-paru
  • Yang mengalami masalah gigi
  • Demensia
  • Kesulitan menelan
  • Mengalami gangguan mental
  • Memiliki penyakit neurologis tertentu
  • Sedang melakukan terapi radiasi ke kepala dan leher
  • GERD

Aspirasi pada orang tua

Orang tua juga lebih mungkin memiliki kondisi aspirasi yang dikenal sebagai disfagia, atau kesulitan menelan. Ini umum terjadi pada pasien stroke dan orang dewasa dengan demensia, penyakit Parkinson, GERD, multiple sclerosis, atau kondisi neuromuskular lainnya.

Aspirasi berbeda dengan kondisi tersedak, karena pada aspirasi saluran napas tidak sepenuhnya tersumbat. Udara masih mengalir, meski tidak terlalu lancar. Meski begitu, makanan atau cairan dapat menyebabkan sesak napas, radang paru-paru (khusus disebut pneumonia aspirasi), dan infeksi paru-paru.

Aspirasi pada anak-anak

Gejala kondisi masuknya suatu benda ke saluran pernapasan pada anak atau bayi punya ciri tertentu. Berikut tanda-tanda yang bisa Anda amati:

  • wajah memerah
  • infeksi paru-paru yang berulang
  • demam ringan setelah makan
  • Daya isap anak lemah saat minum dari sedotan atau saat makan

Yang menyebabkan anak memiliki risiko lebih tinggi terkena kondisi ini

  • Anak dengan pertumbuhan lambat akibat kelahiran prematur
  • Sindrom Down
  • Mengalami cerebral palsy atau penyakit neuromuskular, seperti atrofi otot tulang belakang

Anak-anak yang mengalami aspirasi memiliki peningkatan risiko untuk dehidrasi, kekurangan gizi, penurunan berat badan, dan penyakit lainnya. Aspirasi pada anak-anak mungkin bisa membaik seiring berjalannya waktu, meski bergantung pula pada penyebabnya. Anda dapat meminimalkan risiko anak Anda terkena kondisi ini dengan cara:

  • Pastikan mereka memiliki postur yang benar selama waktu makan
  • Membuat cairan yang lebih kental untuk diminum sesuai dengan rekomendasi dokter Anda
  • Melatih anak-anak Anda untuk menelan
  • Mengubah jenis makanan jadi lebih mudah ditelan
  • Hindari memberikan botol berisi susu/ASI kepada bayi yang sedang berbaring

Dalam kasus aspirasi parah dan berisiko tinggi, anak Anda mungkin memerlukan selang makanan untuk memastikan mereka mendapatkan cukup nutrisi sampai kondisi mereka membaik. Bicarakan dengan dokter jika Anda berpikir anak Anda memiliki masalah dengan aspirasi. Penting untuk periksa ke dokter guna meyakinkan bahwa kondisi ini belum menjadi komplikasi.

Bagaimana cara mengobati kondisi ini?

Sebelum mengobati kondisi ini, dokter akan menanyakan apakah Anda mengalami gejala aspirasi, terutama setelah makan. Jika tidak ada gejala, mereka mungkin melakukan akan meminta Anda untuk melakukan tes esophagography barium.

Ketika melakukan tes tersebut, dokter akan meminta Anda untuk meminum cairan barium untuk melihat kondisi esofagus Anda. Saat Anda menelan cairan ini, akan terlihat gambar atau benda yang diduga ada di paru-paru yang dilihat melalui sinar X.

Dokter juga mungkin akan menanyakan gejala lain yang muncul, seperti demam atau nyeri dada. Pertanyaan ini berguna untuk mencari tanda-tanda pneumonia atau edema paru. Dokter juga mungkin akan memeriksa kondisi lain yang berkaitan dengan kemampuan menelan atau kondisi yang mendasarinya seperti GERD.

Jika dokter menemukan adanya kemungkinan aspirasi yang berkembang menjadi komplikasi lain, ia akan meminta Anda untuk melakukan beberapa tes untuk melihat kemungkinan adanya makanan atau cairan di paru-paru Anda. Beberapa tes tersebut meliputi:

  • Rontgen dada
  • Kultur sputum
  • Bronkoskopi
  • Computed Tomography (CT) scan area dada

Perawatan apa yang bisa dilakukan?

Perawatan yang diberikan untuk kondisi ini berbeda-beda, bergantung pada penyebabnya. Kasus yang parah mungkin memerlukan pembedahan. Pembedahan yang dilakukan bisa bertujuan untuk membuat penutupan flap sehingga makanan tidak jatuh ke saluran udara Anda.

Dokter  juga dapat melakukan prosedur untuk menarik subtansi, benda asing, atau cairan melalui alat isap lainnya. Sebelumnya melakukan pembedahan ini ini, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan beberapa prosedur dan tes medis terlebih dulu.

Bagaimana cara mencegah kondisi ini?

Siapa pun bisa terkena kondisi ini. Untuk mencegah kondisi masuknya benda asing ke saluran pernapasan udara Anda, coba lakukan beberapa hal berikut ini:

  • Istirahat dulu sebelum memulai makanan Anda, jangan terburu-buru ketika makan
  • Makan makanan yang sudah dipotong kecil-kecil
  • Pastikan makanan sudah tertelan sepenuhnya sebelum minum air
  • Duduk tegak  90 derajat saat makan
  • Pilih jenis makanan yang lebih mudah dikunyah dan ditelan
  • Berlatih teknik mengunyah dan menelan yang benar agar tidak gampang tersedak
  • Kunjungi dokter gigi Anda secara teratur, untuk mengetahui masalah gigi yang bisa memicu kondisi aspirasi
  • Hindari menggunakan obat penenang atau obat yang membuat kondisi mulut kering sebelum makan (menurunkan produksi air liur).

sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/bahaya-aspirasi-paru-paru/

 
 

PRAKTEK Alamat baru:
RS Panti Waluya /RKZ Sawahan, Lt II-N
, Dr Koentjahja, SpP
Nusakambangan 56, Malang 65117
08113777488 / 362017 ext. 88.23
Pukul 18.00 - selesai, kec. Sabtu / Libur
    
RUMAHWilis Indah A-6, Malang 65115
0341-568711

Peta Lokasi