Video
Jajak Pendapat

Penyakit MERS telah masuk di Indonesia melalui jamaah haji maupun umroh, darimana MERS-CoV ditularkan?...

Unta
Kucing
Kelelawar
Monyet
Belum diketahui

Hubungi Kami Reservasi Klinik Respirasi Malang Peta Lokasi Klinik Respirasi Malang
Berita Kesehatan

Efek Rokok Elektrik Bagi Kesehatan Paru-Paru


Rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan vape sekarang ini banyak sekali digandrungi oleh kamu muda. Mereka menilai jika vape lebih aman dibanding rokok biasa, tapi benarkah hal itu? Rasa dari vape sendiri memang beragam karena di dalam vape biasanya berisi berbagai cairan dengan berbagai rasa, alias tidak menggunakan tembakau. Lalu, jika seperti ini apakah vape tidak mengandung nikotin? Namun kamu jangan langsung menyimpulkan seperti itu karena ternyata cairan yang terdapat dalam vape tersebut tetap mengandung nikotin yang diekstrak langsung dari tembakau. Hanya saja cairan yang satu ini telah dicampur dengan berbagai macam rasa yang membuat vape lebih menggugah selera. Pertanyaannya, apa vaping sama bahayanya dengan rokok?


Bahaya Vape Pada Paru-Paru


Dikarenakan cairan yang terdapat pada vape merupakan ekstrak dari tembakau, bukan rahasia lagi jika vape tetap memiliki resiko sebagai penyebab dari kanker paru-paru. Sementara nikotin sendiri bukanlah klasifikasi sebagai karsinogen. Namun nikotin adalah zat adikti yang dapat membuat seseorang ketagihan sehingga ingin merokok lagi dan lagi. Hingga akhirnya efek dari asap tembakau tersebut menumpuk dan dapat merusak paru-paru.


Lalu bagaimana bahayanya vape yang tidak terbuat dari tembakau? Apakah benar nikotin merupakan zat yang aman untuk paru paru?


Terkait pertanyaan di atas, peneliti telah mencoba berbagai riset untuk membuktikan efek nikotin bagi paru-paru, baik itu nikotin yang terdapat dalam rokok elektrik alias vape atau pun rokok. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa nikotin dapat menyebabkan peradangan paru dan mengurangi kemampuan dari jaringan dalam melindungi zat asing. Dokter dan spesialis paru-paru, Irina Petrache dari Indiana University, Indianapolis, berserta tim risetnya berhasil menemukan bahwa nikotin di mana pun asalnya tetap berbahaya untuk jaringan paru-paru. Mereka menyimpulkan bahwa vaping tak lebih baik dari merokok jika dikaitkan dengan kesehatan paru-paru.


Dari penjelasan di atas bisa ditarik kesimpulan jika pengguna vape tetap beresiko terkena nikotin. Kenapa hal ini terjadi? Jika diperhatikan perangkat dari vape, utamanya bagian tabung memiliki tegangan yang lebih tinggi. Tegangan tinggi tersebut dapat mengalirkan nikotin dalam jumlah yang lebih besar ke dalam tubuh. Oleh sebab itu para pengguna rokok elektronik memiliki potensi yang sama terhadap kecanduan. Jika sudah kecanduan nikotin, tentu saja sangat sulit untuk melepaskannya. Tubuh pecandu biasanya akan menunjukkan gejala fisik tertentu bila mencoba melepaskan diri dari nikotin.


Ada juga peneliti yang melaporkan penemuannya pada Toxicology and Applied Pharmology, peneliti tersebut berusaha mengumpulkan sejumlah bukti yang menunjukkan dampak dari rokok elektrik terhadap kesehatan paru-paru. Penelitian yang dilakukan oleh 25 orang tersebut menemukan bahwa vaping memiliki dampak yang sama dalam jangka pendek. Gejala yang ditimbulkannya pun mengarah pada peradangan dan kerusakan paru-paru. Untuk itu, bisa disimpulkan jika vaping benar-benar tidak lebih baik dari rokok.


Ada Apa Lagi dalam Kandungan di Dalam Cairan Vape yang Berbahaya?


Belum lama ini peneliti yang berasal daru University of North Carolina, Chapel Hill berhasil menemukan adanya pengaruh 13 perasa vape akan perkembangan sel paru-paru. Pengaruh tersebut akan berlangsung selama 30 menit atau bahkan seharian penuh. Ada 5 rasa yang dinilai memiliki dampak buruk, yaitu rasa pisang pudding, kayu manis, vanilla, kola dan mentol. Rasa-rasa tersebut berpengaruh pada sel paru-paru. Saat kamu mengkonsumsi vape dalam dosis tinggi, maka perasa ini akan membunuh sel-sel paru-paru tersebut. Sejumlah sel yang sudah terkena efek dari perasa ini tidak akan bisa diproduksi ulang lagi oleh tubuh di tingkat yang normal.


Jika dilihat di Negara Amerika Serikat, bahan-bahan dari perasa dalam vaper tersebut mendapat status Fema Gratsm, yang artinya bahan-bahan tersebut masih aman digunakan pada makanan. Namun ternyata, status yang diberikan pada bahan-bahan tersebut menimbulkan sebuah kekeliruan, sebab memang aman untuk dimakan. Tapi saat kamu melakukan vaping, kamu tidak memakannya bukan? Namun menghirupnya.


Salah satu contoh dari bahan perasa tersebut adalah diacetyl yang adalah bahan yang digunakan untuk memproduksi makanan lain seperti caramel, popcorn dan juga berbagai produk susu. Ternyata, bahan yang satu ini dapat menimbulkan dampak yang cukup serius pada paru-paru.


Jika kamu merupakan orang yang senang vaping, tentu kamu harus berhati-hati terhadap rasa vape yang kamu pilih. Sebab, tak hanya dapat berdampak buruk bagi paru-paru, pemakaian yang terlalu berlebihan pun dapat menyebabkan keracunan. Gejala dari keracunan nikotin biasanya penderita akan merasa mual dan muntah. Di kasus yang sudah parah, mereka akan mengalami kejang dan depresi pernapasan. Jika sudah akut, maka keracunan ini akan berujung pada kematian.


Fakta di lapangan menunjukkan sekitar 30 – 60 mg nikotin mampu membunuh orang dewasa. Sementara dalam satu botol kecil cairan yang digunakan untuk vape terkandung 100 mg nikotin. Memang, di label informasi menunjukkan bahwa informasi tersebut tidaklah akurat. Namun tetap saja kewaspadaan harus menjadi yang utama agar kamu tidak membahayakan keselamatan nyawa.


sumber : http://blog.elevenia.co.id/efek-rokok-elektrik-bagi-kesehatan-paru-paru/

 
 

PRAKTEK Alamat baru:
RS Panti Waluya /RKZ Sawahan, Lt II-N
, Dr Koentjahja, SpP
Nusakambangan 56, Malang 65117
08113777488 / 362017 ext. 88.23
Pukul 18.00 - selesai, kec. Sabtu / Libur
    
RUMAHWilis Indah A-6, Malang 65115
0341-568711
Peta Lokasi