Update COVID-19 Malang
Jajak Pendapat

Apa saja gejala COVID-19?

Batuk
Pilek
Sakit Tenggorok
Sesak/Nyeri dada
Semua

Klinik Respirasi Malang Klinik Respirasi Malang Whatsapp Klinik Respirasi Malang Reservasi Klinik Respirasi malang Peta Lokasi Klinik
Berita Kesehatan

Ini Penyebab Bayi dan Balita Terkena Pneumonia


Ketua Unit Kerja Koordinasi Respiatory Ikatan Dokter Anak Indonesia, Nastiti Kaswandani, menjelaskan beberapa faktor yang menjadi penyebab bayi atau balita terkena pneumonia atau radang paru-paru. "Pneumonia itu bisa dicegah, dengan menghilangkan faktor resikonya," katanya pada acara temu media bertema 'Pneumonia Pembunuh Utama Pada Balita' di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasaa, 4 November 2014.


Nastiti menjelaskan ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan bayi dan balita menjadi sasaran empuk penyakit pneumonia. Pertama adalah malnutrisi. Si bayi atau balita bisa saja tak mendapat nutrisi cukup. Ini membuat kekebalan tubuhnya kurang sehingga terinfeksi pneumonia. "Nutrisi terbaik untuk bayi dan balita itu adalah air susu ibu. Jadi mungkin saja bayi itu kurang mendapat ASi," katanya.


Faktor lainnya adalah imunisasi tak lengkap. Nastiti mengatakan penggunaan imunisasi saat ini mendapat tantangan yang cukup parah. Ada beberapa masyarakat yang ogah memberikan imunisasi kepada bayinya karena menganggap imunisasi tak sesuai dengan ajaran agama. "Padahal, pemberian imunisasi itu bisa mengurangi resiko bayi terkena berbagai virus dan bakteri termasuk bakteri penyakit pneumonia," katanya.


Selanjutnya adalah kurangnya vitamin A. Bayi yang lahir terlalu muda dan memiliki berat lahir rendah menjadi salah satu resiko penularan penyakit ini. "Anak-anak prematur rentan sekali pneumonia," katanya.


Faktor lain adalah cuaca dingin. Dari sisi lingkungan juga, bisa saja daerah tempat tinggal si bayi adalah daerah yang tinggi akan bakteri pembawa penyakit pneumonia. Masih karena lingkungan, asap rokok dan asap pabrik juga merupakan salah satu faktor terkenanya bayi penyakit radang paru-paru itu.


Pencegahan yang dapat dilakukan oleh sang ibu adalah dengan memberikan ASI yang cukup untuk si kecil. Nastiti mengatakan pemberian ASI cukup bisa menurunkan jumlah bayi dan balita terkena pneumonia sebanyak 15-23 persen.


Lalu memberikan imunisasi lengkap sebagai salah satu pertahanan untuk menjaga kesehatan bayi agar tetap sehat. Imunisasi bisa menurunkan bayi terkena pneumonia sebanyak 49 persen.


Cara berikutnya, menjauhkan bayi dari asap rokok serta polusi udara Dan terakhir, jauhkan bayi dari orang yang sedang sakit agar si bayi tak terkena infeksi. "Gaya hidup sehat dan menghirup udara segar juga bersih bisa mengurangi terjadinya pneumonia sebanyak 50 persen," kata Nastiti.

sumber : https://gaya.tempo.co/read/619544/ini-penyebab-bayi-dan-balita-terkena-pneumonia

 
 

PRAKTEK Alamat 1:
RS Panti Waluya /RKZ Sawahan, Lt II-N
, Dr Koentjahja, SpP
Nusakambangan 56, Malang 65117
08113777488 / 362017 ext. 88.23
Pukul 18.00 - selesai, kec. Sabtu / Libur

Alamat 2:
RS Lavalette
, Dr Koentjahja, SpP
WR Supratman 10, Malang 65111
08133175788
Selasa & Kamis, Pukul 17.00 - 18.00

    
RUMAHWilis Indah A-6, Malang 65115
0341-568711


Peta Lokasi