Update COVID-19 Malang
Jajak Pendapat

Apa saja gejala COVID-19?

Batuk
Pilek
Sakit Tenggorok
Sesak/Nyeri dada
Semua

Klinik Respirasi Malang Klinik Respirasi Malang Whatsapp Klinik Respirasi Malang Reservasi Klinik Respirasi malang Peta Lokasi Klinik
Berita Kesehatan

Benarkah Orang yang Punya Asma Lebih Berisiko Kena Pneumonia


Gejala serangan asma dan pneumonia sekilas bisa tampak mirip, sehingga mungkin banyak orang yang kebingungan membedakan keduanya. Banyak juga yang bertanya-tanya apakah asma bisa menyebabkan pneumonia, atau apakah pneumonia bisa menyebabkan asma? Atau memang asma dan pneumonia memang saling berkaitan? Artikel ini akan menjawab kebingungan Anda mengenai asma dan pneumonia.

Apakah asma bisa menyebabkan pneumonia?

Pneumonia adalah infeksi yang memicu peradangan pada kantong-kantong udara (alveolus) di salah satu atau kedua paru-paru.

Pada orang pneumonia, sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan membengkak dan dipenuhi cairan. Makanya, orang juga menyebut kondisi ini sebagai paru-paru basah.

Sementara itu, asma adalah jenis penyakit kronis (menahun) pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas (bronkus) yang membuat sesak napas.

Gejala lain yang juga dialami orang asma adalah nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Hubungan antara asma dan pneumonia hingga saat ini masih diperdebatkan. Namun FDA, setara badan BPOM, memperingatkan ada efek samping dari beberapa obat yang digunakan untuk pengobatan asma.

Pada sebuah penelitian ditemukan pneumonia terjadi dua kali lebih sering pada pasien asma setelah menggunakan pengobatan kombinasi, yaitu obat steroid dan inhaler LABA (long-acting bronchodilator/long-acting beta2-agonist).

Penelitian itu dibandingkan dengan pasien asma yang hanya menggunakan inhaler LABA saja. Namun, hasil dari penelitian ini masih harus ditelusuri lebih lanjut.

Temuan penelitian itu tidak berarti mengharuskan Anda berhenti minum obat asma Anda.

Penting untuk Anda tahu bahwa risiko pneumonia baru meningkat secara signifikan pada pasien asma yang berusia 65 tahun ke atas.

Apakah pneumonia bisa memicu asma?

Pada dasarnya, orang-orang yang menderita asma memiliki jaringan paru-paru yang lebih lemah.

Kondisi paru-paru yang memburuk akibat asma tersebut menyebabkan tubuh lebih rentan terkena pneumonia.

Selain itu, menurut American Lung Association, pengidap asma memiliki risiko dan peluang lebih tinggi untuk menderita pneumonia setelah terkena flu.

Ditambah lagi, penderita asma berusia 65 tahun ke atas memiliki peluang 5,9 kali lebih besar untuk terkena pneumonia.

Ini disebabkan sistem kekebalan tubuh melemah seiring dengan bertambahnya usia, sehingga tubuh semakin sulit melawan infeksi bakteri maupun virus.

Kondisi ini juga menyebabkan tubuh lebih rentan mengalami komplikasi yang serius.

Beberapa penelitian juga menyatakan bahwa infeksi bakteri penyebab pneumonia (Mycoplasma pneumoniae) bisa memicu terjadinya serangan asma eksaserbasi.

Salah satu studi yang membahas fenomena ini terdapat di jurnal Allergy, Asthma, and Immunology Research pada tahun 2012.

Dalam studi tersebut, diduga infeksi M. pneumoniae lebih mudah terjadi pada penderita asma karena faktor penurunan sistem kekebalan tubuh serta perubahan struktur paru-paru.

Asma kambuhan (eksaserbasi) adalah gejala pada asma yang dikategorikan paling akut dari segala gejala yang lainnya.

Pada tingkatan ini gejala asma sudah harus benar-benar diwaspadai dan harus segera dicari tahu cara penanganannya.

Hal ini dikarenakan dampak paling buruk yang akan ditimbulkan bukan saja hilangnya kesadaran diri atau pingsan, melainkan komplikasi asma yang bisa mengancam nyawa.

Bisakah pengobatan asma dan pneumonia disamakan?

Jika penyebab serangan asmanya adalah bakteri mycoplasma pneumoniae, apakah pengobatannya harus diberikan antibiotik?

Hingga saat ini tidak ada rekomendasi untuk meresepkan antibiotik untuk pasien asma. Namun, untuk terapi pneumonia yang disebabkan oleh bakteri, tetap membutuhkan antibiotik.

Sebuah penelitian telah dilakukan pada tahun 2006, penelitian ini membandingkan pengobatan pasien asma dengan antibiotik dan plasebo (obat kosong).

Pasien asma yang menerima obat antibiotik mengalami gejala asma yang membaik, tapi tidak dengan fungsi paru-paru.

Sampai saat ini, tidak ada penelitian atau pengobatan yang merekomendasikan penggunaan antibiotik untuk asma kronis dan eksaserbasi asma.

>

sumber : https://hellosehat.com/pernapasan/asma/asma-dan-pneumonia/

 
 

PRAKTEK Alamat 1:
RS Panti Waluya /RKZ Sawahan, Lt II-N
, Dr Koentjahja, SpP
Nusakambangan 56, Malang 65117
08113777488 / 362017 ext. 88.23
Pukul 18.30 - selesai, kec. Sabtu, Minggu / Libur

Alamat 2:
Rumah
, Dr Koentjahja, SpP
Wilis Indah A-6, Malang 65115
0341-568711
Senin - Sabtu Pukul 09.00-selesai,
kec. Minggu / Libur

    


Peta Lokasi