Update COVID-19 Malang
Jajak Pendapat

Apa saja gejala COVID-19?

Batuk
Pilek
Sakit Tenggorok
Sesak/Nyeri dada
Semua

Klinik Respirasi Malang Klinik Respirasi Malang Whatsapp Klinik Respirasi Malang Reservasi Klinik Respirasi malang Peta Lokasi Klinik
Berita Kesehatan

Kenali Tanda dan Gejala Bronkitis Kronis, Berbeda dengan Batuk Biasa!


Bronkitis adalah peradangan yang terjadi pada dinding saluran udara atau bronkus, saluran yang membawa udara dari dan menuju paru-paru. Ketika peradangan terjadi dalam waktu yang lama, bronkitis dapat dikategorikan sebagai kondisi kronis. Apa saja gejala-gejala yang timbul ketika seseorang terkena bronkitis kronis. Untuk tahu selengkapnya, simak penjelasannya di bawah ini.

Apa saja gejala bronkitis kronis?

Pada dasarnya, bronkitis terbagi menjadi 2 jenis, yaitu yang bersifat akut dan kronis.

Bronkitis akut adalah peradangan pada bronkus yang terjadi secara mendadak dan berlangsung dalam waktu singkat. Biasanya, penyebab bronkitis akut adalah infeksi virus dan dapat sembuh dengan sendirinya.

Sedikit berbeda dengan tipe akut, bronkitis kronis biasanya berlangsung lebih lama, mulai dari hitungan bulan hingga tahun. Menurut laman Mayo Clinic, bronkitis dapat digolongkan sebagai tipe kronis apabila gejalanya bertahan setidaknya 3 bulan, dengan kejadian berulang selama 2 tahun berturut-turut.

Kondisi bronkitis kronis lebih banyak ditemukan pada pasien dengan riwayat aktif merokok atau sering terpapar polusi dan zat kimia berbahaya.

Kemunculan gejala pada bronkitis akut dan kronis juga sedikit berbeda. Jika gejala pada tipe akut muncul secara mendadak, tipe kronis biasanya bersifat progresif alias bertambah parah seiring berjalannya waktu.

Lalu, apa saja tanda-tanda bronkitis kronis yang perlu diwaspadai? Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai tiap gejala yang biasanya timbul.

1. Batuk yang tidak kunjung hilang

Gejala utama dari bronkitis kronis adalah batuk yang berlangsung lebih lama dari penyakit pernapasan pada umumnya.

Ciri batuk pada bronkitis kronis yakni mampu bertahan selama berhari-hari hingga 3 bulan. Kemunculan batuk yang berkepanjangan ini juga terjadi secara berulang, setidaknya 2 kali selama 2 tahun berturut-turut.

Karena batuk yang tidak kunjung hilang tersebut, penderita bronkitis kronis sering kali merasa kelelahan dan tidak nyaman. Keluhan ini disebut dengan malaise.

2. Dahak berwarna

Batuk berulang yang dialami oleh pasien bronkitis kronis juga disertai dengan adanya dahak yang bisa muncul dalam berbagai warna.

Warna dahak yang dikeluarkan bisa beragam. Ada kalanya dahak berwarna bening, kuning, atau kehijauan. Dalam beberapa kasus, dahak dari batuk bahkan bisa mengandung darah.

Perubahan pada warna dahak dapat menandakan adanya infeksi bakteri pada paru-paru atau saluran pernapasan.

Namun, terkadang warna dahak juga dipengaruhi oleh pelepasan enzim peroksidase dari sel darah putih pada dahak. Itu artinya, dahak yang berwarna tidak selamanya menjadi pertanda infeksi pernapasan.

3. Sesak napas

Gejala berikutnya yang cukup banyak ditemukan pada pasien bronkitis kronis adalah kesulitan bernapas.

Ketika peradangan terjadi di saluran bronkus, produksi dahak akan meningkat. Semakin parah peradangannya, maka semakin banyak pula dahak yang dihasilkan.

Dahak yang dibiarkan menumpuk berpotensi menghalangi saluran pernapasan. Akibatnya, penderita bronkitis akan mengalami kesulitan bernapas karena sempitnya saluran pernapasan.

Pada kasus gejala sesak napas yang sudah parah, kondisi ini berisiko menyebabkan paru-paru kekurangan asupan oksigen yang dibutuhkan. Akibatnya, organ-organ tubuh lain tidak dapat berfungsi secara maksimal karena kekurangan suplai darah yang mengandung oksigen.

4. Napas berbunyi (mengi)

Selain sesak napas, gejala yang sering kali menyertai pasien bronkitis kronis adalah napas yang berbunyi alias mengi.

Suara yang muncul biasanya menyerupai siulan kecil atau suara serak ketika Anda sedang bernapas.

Tak hanya bronkitis kronis, mengi juga sering kali dialami pasien dengan penyakit pernapasan lainnya, seperti asma dan emfisema.

5. Nyeri dada atau perut

Beberapa pasien bronkitis kronis juga sering kali mengeluhkan gejala sakit dada atau sakit pada otot perut. Hal ini diduga disebabkan oleh batuk terlalu keras dan berlangsung terus-menerus. Terkadang, rasa sakit juga disertai dengan sensasi sesak atau penuh di bagian dada.

Akibatnya, banyak pasien yang juga mengeluhkan kesulitan tidur karena rasa sakit yang mengganggu serta terlalu sering batuk.

Kapan harus periksa ke dokter?

Bronkitis kronis adalah penyakit yang sering kali luput disadari oleh penderitanya. Ini karena gejalanya yang sepintas mirip dengan batuk biasa.

Oleh karena itu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter jika Anda merasakan gejala batuk yang tidak biasa, seperti:

  • batuk bertahan lebih dari 3 minggu,
  • Anda mengalami sulit tidur akibat sering batuk,
  • mengeluarkan dahak berwarna atau disertai darah, dan
  • merasakan sesak napas atau napas berbunyi.

Ingat, mengenali gejala sedini mungkin sangatlah penting untuk membantu Anda mendapatkan pengobatan untuk penyakit bronkitis kronis yang tepat agar terhindar dari risiko komplikasi bronkitis kronis.

sumber : https://hellosehat.com/pernapasan/bronkitis-kronis/gejala-bronkitis-kronis/

 
 

PRAKTEK Alamat 1:
RS Panti Waluya /RKZ Sawahan, Lt II-N
, Dr Koentjahja, SpP
Nusakambangan 56, Malang 65117
08113777488 / 362017 ext. 88.23
Pukul 18.30 - selesai, kec. Sabtu, Minggu / Libur

Alamat 2:
Rumah
, Dr Koentjahja, SpP
Wilis Indah A-6, Malang 65115
0341-568711
Senin - Sabtu Pukul 09.00-selesai,
kec. Minggu / Libur

    


Peta Lokasi