Update COVID-19 Malang
Jajak Pendapat

Apa saja gejala COVID-19?

Batuk
Pilek
Sakit Tenggorok
Sesak/Nyeri dada
Semua

Klinik Respirasi Malang Klinik Respirasi Malang Whatsapp Klinik Respirasi Malang Reservasi Klinik Respirasi malang Peta Lokasi Klinik
Berita Kesehatan

6 Langkah Pencegahan Bronkiektasis, Kerusakan Permanen pada Bronkus Paru-paru


Jika Anda mengalami batuk berdahak yang tak kunjung hilang walaupun sudah diobati, sebaiknya hati-hati. Itu bisa menandakan Anda terkena bronkiektasis. Kondisi ini berkaitan dengan adanya penurunan fungsi bronkus pada paru-paru. Namun, tidak perlu khawatir karena kondisi ini sebenarnya bisa Anda cegah dengan beragam cara yang mudah. Yuk, simak langkah mencegah bronkiektasis yang bisa dilakukan mulai sekarang!

Tips penting untuk mencegah bronkiektasis

Bronkiektasis adalah kondisi ketika bronkus paru-paru mengalami peradangan sehingga tidak dapat membuang lendir (mukosa) dengan normal.

Akibatnya, gejala-gejala seperti batuk berdahak, nyeri dada, hingga sesak napas pun muncul.

Penyebab bronkiektasis mungkin berbeda-beda pada setiap kasus. Namun umumnya, kondisi ini dipicu oleh adanya penyakit infeksi pada paru-paru, atau benda asing yang tak sengaja terhirup.

Selain itu, bronkiektasis dapat muncul jika sistem kekebalan tubuh tidak bekerja secara maksimal dalam melawan infeksi bakteri atau virus.

Menurunnya sistem kekebalan tubuh bisa jadi karena adanya penyakit tertentu yang memengaruhi sistem imun tubuh.

Nah, jika sudah tahu apa saja kemungkinan-kemungkinan yang memicu kerusakan bronkus pada paru-paru, kini saatnya Anda mengetahui cara mencegah kondisi tersebut:

1. Berhenti merokok

Bukan rahasia lagi kalau asap rokok membawa berbagai ancaman untuk kesehatan tubuh, terutama paru-paru.

Memang, rokok tidak menjadi penyebab langsung bronkiektasis. Namun, paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko Anda terkena infeksi pernapasan.

Jika paru-paru sudah terinfeksi, hal tersebut dapat memperbesar peluang untuk mengalami bronkiektasis.

Oleh karena itu, apabila Anda termasuk perokok aktif, sebaiknya mulai kurangi perlahan kebiasaan tersebut hingga berhenti sama sekali untuk mencegah bronkiektasis.

Apabila Anda kesulitan berhenti merokok, Anda bisa meminta bantuan tenaga profesional seperti psikolog untuk mencari strategi berhenti merokok yang paling sesuai.

2. Hindari polusi dan paparan zat kimia berbahaya

Selain menghindari asap rokok, mencegah bronkiektasis juga bisa Anda lakukan dengan cara menjauhi polusi dan paparan zat kimia yang beracun.

Partikel dari polusi serta zat kimia yang berbahaya dapat terhirup dan masuk ke dalam paru-paru. Hal ini yang berisiko menyebabkan penurunan fungsi paru.

Jika aktivitas sehari-hari mengharuskan Anda berkegiatan di luar ruangan, sebaiknya gunakan masker untuk mengurangi paparan asap dan debu di jalanan.

3. Mendapatkan vaksinasi

Menerima vaksinasi beberapa jenis penyakit juga dapat menjadi langkah pencegahan bronkiektasis lainnya.

Beberapa penyakit infeksi pernapasan seperti batuk rejan (pertussis), pneumonia, tuberkulosis, bahkan influenza dapat memicu munculnya bronkiektasis.

Oleh karena itu, pastikan Anda dan keluarga sudah mendapatkan vaksinasi atau imunisasi penyakit, ya!

4. Berobat secepat mungkin jika terkena infeksi pernapasan

Seperti yang telah disebutkan di atas, terkena penyakit infeksi pernapasan adalah faktor risiko dari munculnya bronkiektasis.

Itu sebabnya, mendapatkan pengobatan secepatnya saat terkena infeksi pernapasan adalah langkah efektif untuk mencegah terkena bronkiektasis.

Dengan sesegera mungkin mengobati diri sendiri, penyakit infeksi pernapasan tak akan berkembang semakin parah.

Pasalnya, jika sudah terlalu parah, fungsi paru-paru dapat menurun dan bronkiektasis bisa saja muncul sewaktu-waktu.

5. Makan makanan yang sehat

Apa yang Anda makan berpengaruh pada kondisi kesehatan setiap organ di dalam tubuh, termasuk paru-paru.

Oleh karena itu, pilihlah menu makanan yang baik untuk kesehatan paru-paru Anda.

Makanan yang sehat tak hanya membantu meningkatkan kinerja paru-paru, tetapi juga memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Dengan begitu, Anda bisa memperkecil risiko terserang infeksi pernapasan atau penyakit lainnya, termasuk mencegah bronkiektasis.

Anda bisa memperbanyak asupan sayur, buah, karbohidrat, protein, sedikit lemak, serta vitamin dan mineral lainnya dalam menu makanan harian.

6. Minum air putih yang cukup

Satu lagi langkah terpenting agar tubuh terhindar dari risiko bronkiektasis adalah minum air putih yang banyak.

Menurut situs British Lung Foundation, air putih dapat membantu lendir atau mukosa di saluran pernapasan lebih encer sehingga mudah untuk terbuang.

Pastikan Anda minum 6-8 gelas air setiap hari. Setelah itu, perhatikan warna urine Anda saat buang air kecil.

Bila warnanya terlalu gelap, minum air lebih banyak lagi karena itu pertanda asupan cairan Anda masih kurang.

sumber : https://hellosehat.com/pernapasan/bronkiektasis/mencegah-bronkiektasis/

 
 

PRAKTEK Alamat 1:
RS Panti Waluya /RKZ Sawahan, Lt II-N
, Dr Koentjahja, SpP
Nusakambangan 56, Malang 65117
08113777488 / 362017 ext. 88.23
Pukul 18.00 - selesai

    
RUMAHWilis Indah A-6, Malang 65115
0341-568711


Peta Lokasi