Video
Jajak Pendapat

Penyakit MERS telah masuk di Indonesia melalui jamaah haji maupun umroh, darimana MERS-CoV ditularkan?...

Unta
Kucing
Kelelawar
Monyet
Belum diketahui

Hubungi Kami Reservasi Klinik Respirasi Malang Peta Lokasi Klinik Respirasi Malang
Berita Kesehatan

Waspada! Ternyata Gejala Flek Paru Pada Anak dan Dewasa Berbeda


Penyakit tuberkulosis (TB) disebabkan oleh infeksi kuman M. tuberculosis. Kuman ini masuk ke tubuh melalui udara ke saluran napas. Tidak semua orang yang terinfeksi kuman ini menderita penyakit TB.

Hal ini tergantung pada daya tahan tubuh seseorang. Jika seseorang memiliki daya tahan tubuh yang kuat, maka kuman TB tidak akan berkembang. Namun jika daya tahan tubuh lemah, kuman TB dapat berkembang menjadi penyakit TB.

Tidak hanya pada usia dewasa, anak-anak juga dapat mengalami penyakit TB. Faktor risiko TB pada anak-anak di antaranya:

  • Terpapar dengan pengidap TB dewasa, misalnya anggota keluarga atau pengasuh anak.
  • Anak yang berusia kurang dari empat tahun.
  • Anak usia remaja.
  • Kondisi sosio-ekonomi rendah.
  • Kondisi lingkungan dan tempat tinggal yang tidak sehat.
  • Adanya kondisi yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh anak, seperti anak dengan HIV/AIDS, gizi buruk, diabetes, dan penyakit kronis lainnya.

TB pada Anak Vs TB pada Orang Dewasa

Penyakit TB sebagian besar terjadi pada paru-paru. Pada orang dewasa, gejala penyakit TB cukup mudah dikenali dan didiagnosis. Gejala TB pada dewasa meliputi batuk berdahak lebih dari dua minggu, batuk darah, demam, keringat dingin pada malam hari, penurunan nafsu makan dan berat badan, sesak napas, nyeri dada, dan perbesaran kelenjar getah bening.

Berbeda dengan orang dewasa, gejala TB pada anak lebih sulit dikenali karena terkadang gejala TB pada anak kurang jelas. Hal ini terutama terjadi pada anak yang masih berusia kurang dari tujuh tahun. Gejala TB yang paling sering ditemukan pada anak adalah batuk dan sesak napas. Selain itu, gejala yang cukup sering terjadi pada anak dengan TB adalah berat badan yang kurang sehingga anak mengalami gizi kurang atau gizi buruk. Berat badan pada anak dengan TB sulit naik, bahkan setelah beberapa bulan dilakukan upaya peningkatan berat badan.

Gejala-gejala lain yang dapat terjadi pada anak dengan TB adalah demam tanpa sebab yang jelas, pembesaran kelenjar getah bening pada leher, ketiak, dan selangkangan, serta pembengkakan tulang atau sendi pada panggul, lutut, dan jari.

Penanganan TB pada Anak

Jika anak Anda mengalami gejala di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, jika ada anggota keluarga atau pengasuh anak yang mengalami penyakit TB, Anda juga harus memeriksakan anak ke dokter. Berbeda dengan orang dewasa, pemeriksaan dahak untuk diagnosis TB pada anak sangat sulit dilakukan – ini terjadi karena biasanya anak kesulitan untuk mengeluarkan dahaknya.

Oleh karena itu, dokter akan melakukan pemeriksaan tes mantoux pada kulit dan foto rontgen dada untuk membantu diagnosis TB pada anak. Jika anak Anda terbukti mengalami TB, maka dokter akan melakukan pengobatan TB pada anak Anda. Jika anak Anda tidak terbukti mengalami penyakit TB namun ada anggota keluarga atau pengasuh yang mengalami penyakit TB, maka dokter akan memberikan obat untuk pencegahan TB pada anak Anda.

sumber : https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2697314/hati-hati-gejala-flek-paru-pada-anak-berbeda-dengan-orang-dewasa

 
 

PRAKTEK Alamat baru:
RS Panti Waluya /RKZ Sawahan, Lt II-N
, Dr Koentjahja, SpP
Nusakambangan 56, Malang 65117
08113777488 / 362017 ext. 88.23
Pukul 18.00 - selesai, kec. Sabtu / Libur
    
RUMAHWilis Indah A-6, Malang 65115
0341-568711
Peta Lokasi